Pemanfaatan Gulma Rawa Sebagai Pupuk Organik Dan Mendukung Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Keywords:
Gulma Rawa, Neptunia Oleracea, Pupuk Organik Cair, Kompos, Pemberdayaan Masyaraka, Pertanian BerkelanjutanAbstract
Desa Bitin, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memiliki potensi biomassa gulma rawa yang melimpah, khususnya susupan gunung yang selama ini dianggap sebagai pengganggu kegiatan pertanian. Di sisi lain, pemanfaatan bahan organik lokal sebagai sumber pembenah tanah masih terbatas akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik pengolahannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah gulma rawa menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos sebagai alternatif pengelolaan gulma yang ramah lingkungan dan mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan POC serta kompos berbahan dasar gulma rawa. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata tingkat pemahaman masyarakat dari 38,33% sebelum kegiatan menjadi 93,70% setelah kegiatan, dengan peningkatan sebesar 55,37%. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 96,00%. Masyarakat juga menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan teknologi pengolahan gulma rawa menjadi pupuk organik secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan gulma rawa sebagai bahan baku pupuk organik dapat menjadi solusi pengelolaan gulma yang bernilai tambah sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan.References
Abbas, S., Marsuni, Y., Samharinto, Pramudi, M.I., Jane, R., Aprianto, E., Saupi, M., Hartanto, E. Y., Sarbini, S. H., & Nahuyah. (2023). Kajian Karakteristik dan Identifikasi Potensi Pemanfaatan dan Pengendalian Gulma Susupan Gunung (Neptunia oleracea L.) di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Seminar Nasional Biologi Tropikake-7(69). Universitas Gadjah Mada.
Aftia, I. (2023). Pengaruh pemberian pupuk organik cair eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman supan-supan (Neptunia Oleraceae). Skripsi. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Gherman, V.D., Denison, R.F. (2007). Mimosapudica as a model for understanding plantmovements. Annual Review of Plant Biology,58; 267-278.
Radha, R., & Subramanian, P. (2016). Phytochemical screening and antibacterialcactivity of Mimosa pudica and Mimosainvisa. against selected urinary tract pathogens. International Journal of Pharmaand Bio Sciences, 7(3), 21-27.
Reza, M., & Effendi, M. (2022). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Padi di Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 5(2), 571-580.
Sagolshemcha, R., & Singh, R. W (2017). Traditional and Biological uses of Neptunia Oleracea Lour: An Overview”. International Journal of Current Research. 9 (06), 51689-51694.
Setyani, S, A. (2023). Keceraan In Vitro Bahan Kering Dan Bahan Organik Gulma Supan-Supan Laki (Neptunia Oleraceae) Yang Tumbuh Di Rawa Desa Paharangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Skripsi. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Sumantri, I., Hadian, G. R., Rizal, M., Widi, T. M., & Prastowo, S. (2023). Utilization of watermimosa (Neptunia oleracea) leaf meal inconcentrate feed to improve the growth of Kalimantan swamp buffalo calves. Tropical Wetland Journal, 9(1); 1-5.












