Program Edukasi Perlindungan Anak Tunarungu Terhadap Kekerasan Seksual
Keywords:
Anak Tunarungu, Kekerasan Seksual, Edukasi, Pendekatan Visual, Bahasa IsyaratAbstract
Deaf children in Indonesia are more vulnerable to sexual abuse due to communication difficulties and a lack of knowledge about self-protection concepts. This community service programme aims to raise awareness about the prevention of sexual violence through a visual media and sign language-based education programme for deaf students at SLB-B YPPLB Makassar. Fifteen children and teachers took part in a one-day interactive training and socialisation activity involving a visual approach, sign language and hands-on practice. Pre- and post-test evaluation techniques showed a significant improvement in students' understanding, as evidenced by an increase in the average score from 3.5 to 10.7. Topics covered in the learning materials included identifying private body parts, recognising safe and unsafe touch, the different forms of sexual abuse (verbal, physical and digital) and reporting techniques. The main challenge lies in the insufficient involvement of parents and teachers. Continuous collaboration between schools, families and the community is necessary to achieve long-term results. This programme demonstrates the effectiveness of visual and sign language-based approaches in teaching deaf children about preventing sexual violence.
References
UU RI, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, vol. 1, no. 69. Indonesia: LN.2022/No.120, TLN No.6792, jdih.setneg.go.id: 58 hlm., 2022, hal. 1–84. [Daring]. Tersedia pada: https://peraturan.bpk.go.id/Details/207944/uu-no-12-tahun-2022
BAPPENAS RI, “Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” Warga dan Negara, vol. 1945, hal. 1–166, 1945, [Daring]. Tersedia pada: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Download/92285/UUD45_change2.pdf
SIMFONI-PPA, “Data Kekerasan di Indonesia 2025,” 2025. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan (diakses 28 Mei 2025).
N. Sitoresmi, “Kolaborasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Anak Disabilitas,” 12 Juli 2024. [Daring]. Tersedia pada: komnasham.go.id/n/2538
J. K. Azhar, E. N. Hidayat, dan S. T. Raharjo, “Kekerasan Seksual: Perempuan Disabilitas Rentan Menjadi Korban,” Share Soc. Work J., vol. 13, no. 1, hal. 82, 2023, doi: 10.24198/share.v13i1.46543.
N. Syafikah, K. Rijaluddin, dan A. Temmassonge, “Pelatihan Karate Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Anak Usia Sekolah Dasar,” vol. 8, hal. 357–363, 2025.
G. S. A. Elok Permatasari, “Gambaran Pemahaman Anak Usia Sekolah Dasar Tentang Pendidikan Seksual Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak,” vol. 9, no. 1, 2017.
T. Meidina, B. Bastiana, S. Kasmawati, D. Sulasminah, dan W. Ariastuti, “Sosialisasi Parenting Pendidikan Seks Bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Di Slb Negeri I Kota Pare Pare Sulawesi Selatan,” Prima Portal Ris. Dan Inov. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 4, hal. 368–377, 2023, doi: 10.55047/prima.v2i4.869.
D. Hardiyanti, “Upaya Pengenalan Seks Usia Dini untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak,” Manggali, vol. 3, no. 1, hal. 190–204, 2023, doi: 10.31331/manggali.v3i1.2516.
Z. H. B. KP, “Ilustrasi anggota tubuh Sumber Artikel berjudul " Anggota Tubuh yang Boleh Disentuh dan Tidak, Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 1 SD/MI Halaman 57 tentang ‘Tubuhku’ ", selengkapnya dengan link: https://seputarlampung.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-972275407/a,” 2024. https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.educastudio.com%2Fnews%2F16-tips-mengajarkan-cara-menjaga-bagian-tubuh-privasi-anak-paud-usia-4-6-tahun-anti-kekerasan-seksual-&psig=AOvVaw0A0DAMit2FQ415Qh7tHHwO&ust=1748927852823000&source=images&cd=v
D. A. Setia, “Ilustrasi Anggota Tubuh,” 2021. https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fseputarlampung.pikiran-rakyat.com%2Fpendidikan%2Fpr-972275407%2Fanggota-tubuh-yang-boleh-disentuh-dan-tidak-kunci-jawaban-tema-1-kelas-1-sdmi-halaman-57-tentang-tubuhku%3Fpage%3Dall&psig=AOvVaw0A0DAMit2FQ4












